Tampilkan postingan dengan label Fanfiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fanfiction. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Juni 2010

FF: One Fine Spring Day



Main Cast:
Ryeowook Super Junior as his self
Meliana Sirait as Lee Hyeri
Kyuhyun Super Junior as his self
Fasya Fatina as Park Min Rin

Cameo:
Leteuk, Sungmin, Yesung, Heechul, Kangin, Henry, Hankyung, Eunhyuk, Donghae.


*Ryeowook POV*

Hari ini sungguh membahagiakan. Kangin Hyung mengunjungi kami ke dorm. Meski kedatangannya kali ini untuk melakukan perpisahan, aku tetap senang dia datang kesini. Para member menyerahkan urusan memasak padaku, aku sibuk didapur sekarang dengan beberapa resep uji coba baruku. Aku mencicipinya beberapa kali, aku rasa ini enak.
“Aku tak mau hyung! Kau jangan memaksaku!!” Suara Sungmin hyung terdengar keras dari kamar Yesung hyung. Aku terus pada masakanku, “Kau bisa! Jangan membuatku semakin memaksamu Sungmin!” Suara Yesung hyung terdengar tidak kalah meninggi, “Inikan demi kebaikanmu!” Yesung hyung melanjutkan, namun Sungmin hyung tidak berkata apa-apa, yang aku dengar hanya suara pintu yang dibanting. Ternyata Sungmin hyung pergi kesini, mukanya terlihat sangat kesal “Ada apa hyung?” Aku berbasa-basi pada Sungmin hyung. “Dia menyuruhku untuk memegang kura-kuranya itu dan membiarkan makhluk itu berjalan di tanganku. Gila!” Aku kaget dengan kata-kata Sungmin hyung, bukankah dia paling sayang dengan ddangkkoman? “Wae? bukannya kau menyukai ddangkkoman?” Aku menengok pada Sungmin hyung, mukanya masih terus ditekuk. “Nee~ sampai kemarin ia mencakar tangan mulusku dengan kuku tajamnya! Aku tak mau kulitku rusak karena kura-kura itu,” Heeeem, Sungmin hyung hari ini sungguh tak bisa dimengerti, Haiiish mungkin dia sedang bertengkar dengan namja chingunya…
Makanan siap. Aku sangat percaya diri dengan hasil masakanku kali ini. Aku harap mereka menyukai masakan buatanku. Semua member kumpul disini, tentu saja kecuali hangkyung hyung dan kibum yg masih sibuk dengan aktingnya… Yesung dan Sungmin hyung masih diam-diaman. Bahkan aku baru pertama kali ini melihat Yesung hyung begitu kesal. Aku sungguh tidak mengerti!
“Uhuk! Ryeo, apa yang kau buat?” Kangin hyung tersedak. Semua member mencoba masakanku. Mereka terlihat tidak menyukainya. “Aiiish, kau buat masakan jenis apa sih?! Merusak acara hari ini saja kau!” Ucap Yesung hyung malas-malasan, aku tidak berani menatap matanya. “Kau tak perlu memarahinya hyung! Disini tidak ada yang salah! Kita bisa pesan makanan baru kok!” Sungmin membelaku, aku sebenarnya senang. Namun aku tak mau pertengkaran saat kita makan terjadi lagi. Aku diam, menatap semua makanan yang gagal kubuat. Tiba-tiba Leeteuk hyung angkat bicara, “Sudahlah, kita bisa memesan makanan kok. Biar aku yang telepon,” Leeteuk hyung bangun dari duduknya dan menelepon sebuah rumah makan. Aku merasa menyesal…

~~~

“Hyuuuuuuuung!!!” Kyuhyun menghampiriku yang sedang asik menonton TV. “Wae?” jawabku agak malas. “Kau tahu? sekarang aku sudah bisa memasak.” Aku menatap Kyu tak percaya, “MinRin selama ini mengajarkannya padaku. Ayo coba hyung!” Aku bangun karena dia menarik badanku, “Ada apa Kyunnie?” Heechul hyung menghampiri kami. Kyuhyun yang begitu antusias menceritakan semuanya dan mengajak semua member untuk mencobanya.
Aku mencoba sup yang dia bikin. Aigooo~~ Kyuhyun hebat! Aku merasa dia lebih jago dari pada aku. Hem, mungkin MinRin yang lebih hebat bisa mengajari orang seperti Kyuhyun. “Kyu, aku rasa kamu bisa menggantikan tugas ryeowook.” Suara Leeteuk hyung tiba-tiba. Rasanya aku yang sedang makan ingin tersedak mendengarnya. “Mwo? Bagaimana dengan wookie hyung?” Kyuhyun menatapku tidak enak, aku tesenyum dan menjawab “Gwaechana Kyu. Bukannya tugasku jadi berkurang? Masakanmu memang enak kok Kyu.” Aku tersenyum, Kyuhyun mendengarnya ikut tersenyum dan kembali memamerkan bagaimana yeoja chingunya mengajarkannya. Aku kembali ke ruang TV. Mengingat hari ini belum menelepon Hyeri, aku memutuskan untuk meneleponnya sekarang.
“Yoboseo… Oppa, wae?” Terdengar suara diseberang sana. “Ya Lee Hyeri, Waeyo? Memangnya salah kalau seorang namja chingu menelepon yeoja chingunya?” Aku agak manja padanya. Aku merindukannya,”Mian oppa~ aku kan hanya bertanya ada apa…” Suara Hyeri menentramkan hatiku. Aku menceritakan keluh kesahku padanya. Tentang perasaanku yang tiba-tiba tidak boleh memasak lagi untuk para member. Padahal aku hanya melakukan satu kesalahan. Dan menurutku itu tidak fatal. Hanya masalah selera saja. Namun, Hyeri tidak memberikan perhatiannya padaku. Dia malah menyalahkan ku yang asal memutuskan masakan. Haiiiiish~

~~~

Esoknya aku pergi ke tempat kuliah Hyeri. Aku ingin menjemputnya hari ini. Jarang sekali aku bisa menjemputnya. Walau aku harus menyamar atau bahkan ketahuanpun, aku merasa bangga bisa menjemputnya ditempat kuliahnya. Aku turun dari taksi dan menunggu di gerbang. Aku melihat sosok Hyerin, namun ia bersama seorang Namja. Mwo? Henry?
Aku mengikuti mereka pelan-pelan. Mereka pergi ke toko baju yang paling sering aku kunjungi bersama Hyeri. Mereka terlihat begitu mesra. Aku bingung, apa memang Hyeri telah mengkhianatiku? Aku menelpon Hyeri, yah dia memang mengambil handphonenya. Namun begitu dia melihat aku yang menelepon, dia langsung masukan kembali kedalam tas. museun ilieyo?

Aku pulang kedorm, melepaskan kejenuhanku. Hatiku begitu perih melihat Hyeri bersama Henry. Henry berada dikorea? untuk apa? Haiish~ “Ryeo, jangan lupa jam 7 malam nanti kita ada latihan dance untuk SS3.” eunhyuk hyung lewat dan menepok bahuku. Aku menengok padanya dan mengangguk pelan. Aku lebih baik tidur sebentar…

Latihan dimulai. Lagu pertama adalah Boom Boom. Kami sebenarnya hanya butuh pelenturan sedikit untuk tarian di lagu ini. Namun aku merasa aku tidak konsentrasi. tubuhku bergerak, namun aku tak mengingat apa yang aku gerakan. Otakku terus kepada Hyeri. Begitu lagu selesai Shindong hyung menghampiriku, “Ryeo! Kau tau? Kau mengacaukan gerakan kami?!” Shindong hyung terlihat sedikit jengkel, aku hanya bisa tertunduk, “Ryeo, SS3 semakin dekat….” Donghae hyung duduk dilantai sambil meminum air yang ia bawa. “Kau kenapa sih? Jangan rusakkan semangat kita disini dong!” Heechul hyung ikut duduk disebelah donghae. Aku merasa makin bersalah pada mereka, padahal aku tahu mereka sedang sedih karena Bonamana akhir-akhir ini sudah turun di chart acara-acara Musik. “Kau sakit hyung?” Tiba-tiba Kyuhyun menghampiriku, Aku mengangguk “Mian semua. Aku merasa tidak enak badan. Aku rasa aku tidak bisa ikut latihan malam ini.” Aku langsung keluar meninggalkan studio. Yaaah, aku tidak bisa membuat mereka menjadi korban ketidak becusanku lagi. Lebih baik aku tidur, supaya bisa berfikir lebih jernih esok pagi.

~~~

Sudah tiga hari ini aku tidak menghubungi Hyeri. Dia pun tidak menghubungiku. Beberapa hari itu pula aku sering melihat Hyeri bersama Henry. Ketoko baju, supermarket, atau tempat membeli jam. Semua tempat itu tempat yang biasa aku datangi bersama Hyeri. Tapi kini dia bersama pria lain… Aku capek seperti ini terus. Aku harus meneleponnya sekarang. “Jagiiii….” Suaraku ketika teleponnya sudah diangkat, “Ne~ kenapa?” . “Naega bogoshipo”. “Naddo bogoshipo oppa~” Aku luluh mendengar kata-katanya. Suaranya membuatku selalu percaya padanya. Aku pasrah. Aku sungguh mencintainya. Aku tidak bisa melepaskannya. Aku hanya berbicara sebentar padanya. Aku kembali berfikir, ‘bagaimana kalau Hyeri lebih memilih Henry? Apa aku bisa menerimanya?’, aku mencoba memikirkan jalan keluarnya.
Aku hari ini harus menemuinya. Aku harus bertanya tentang Henry. Aku sampai di apartemennya. Ternyata dia tidak ada disana, untungnya dia pernah memberiku kunci duplikatnya. Aku masuk kedalam dan menunggunya diruang tamu. Mejanya berantakan dengan tugas-tugas kuliahnya. Aku fikir dia pasti sedang mencari buku untuk tugas-tugas kuliahnya. Jadi aku memutuskan untuk memasak untuknya. Aku membayangkan Hyeri tersenyum senang ketika dia tahu aku memasak untuknya. Aku lupa maksud tujuanku kesini sebelumnya.
Aku selesai memasak, namun Hyeri belum juga datang. Aku memutuskan menunggunya kembali di ruang tamu. Aku ingat saat aku mengatakan aku menyukainya.
*flash back*
“Oppa~ Maaf menunggu lama. kau mau mengajakku kemana?” Aku menjemput Hyeri diapartemennya.”Ikut aku,” Aku menarik tangannya. Kemudian mengubahnya menjadi menggenggamnya. Aku mengajaknya di sebuah taman dekat apartemennya. Waktu itu, musim semi. Udara mulai menghangat, namun dinginnya musim dingin masih sedikit tersisa. Aku berbincang lama dengannya, sebelum pulang aku menyatakan perasaanku, “sarangahaeyo hyeri..” Aku menggenggam tangan hyeri. Hyeri mengangguk tersenyum. Aku langsung memeluknya erat.
*end of flashback*

Tak terasa aku tertidur di sofa hyeri. Tiba-tiba ada yang mengguncangkan badanku. Aku membuka mataku perlahan dan melihat sosok Hyeri didepan mataku. Aku tersenyum. Aku membetulkan posisi dudukku dan membiarkan Hyeri duduk disebelahku. “Hyuung, kau ada disini?” Suara sesorang terdengar ditelingaku, aku mencari asal suara tersebut. Dia ada di dekat pintu masuk. “Ne~ Kau ngapain disini Henry?”. “Aku mengantar Hyeri pulang hyung. Kasihan kalau dia pulang sendiri.” Aku terperanjat kaget. Hyeri menunduk ketika aku menatapnya. Aku sungguh tak mengerti permainan macam apa yang mereka mainkan selama ini ditempat ini! Aku bangun dari duduk ku dan segera pergi dari tempat ini. Hyeri menarik tanganku dan menahanku. “Mian oppa~ tapi ini tidak seperti yang oppa pikirkan…” Hyeri berkaca-kaca. Aku melepaskan genggamannya. “Ne~ tidak apa-apa kok Hyeri…” Aku mengusap-usap kepalanya. “Hyeri, aku mau hubungan kita sampai disini. Aku sebenarnya sudah lama memikirkan ini. Aku sudah tidak mencintaimu Hyeri… Syukurlah kalau ada Henry yang bisa mencintaimu lebih dari aku.” Aku tersenyum, masih mengusap-usap kepalanya. Dia terlihat shock, badannya jatuh. Aku segera membopongnya ke sofa. Tatapannya kosong. Tapi aku sudah bulat memutuskannya. Aku yakin, Henry lah yang lebih mengerti Hyeri. “Henry, aku titip Hyeri padamu. Aku mohon jagalah dia.” Aku langsung pergi dan meninggalkan mereka berdua.

“MinRin-ah, kau dirumah?” Aku menelepon adik angkatku MinRin. Aku mengenalnya karena salah satu variety show kami. Dia adalah yeoja chingu dari kyuhyun. “Ne oppa~ kau mau kesini? aku tunggu kau.” Aku tak ada pilihan lain selain kerumahnya. Aku hanya bisa memberikan keluh kesahku kepadanya, tentang keadaan Super Junior sekarang, hingga masalahku bersama Hyeri. Dia hanya bisa memberikanku kata sabar dan beberapa solusi. Aku berkunjung tak begitu lama dirumahnya. Namun itu membuatku sangat lega karena telah menceritakan semua keluh kesahku padanya. Aku pulang ke dorm, dengan beban yang sudah lebih berkurang.

Begitu sampai di dorm aku melihat Henry ada di ruang tengah bersama para member lainnya.
“Hyung, aku minta maaf. Kejadiannya tidak seperti yang hyung kira.” Henry menjelaskan padaku, “Aku tidak kenapa-kenapa henry..” Aku melewati Henry begitu saja dan pergi kekamarku. “Katakan perasaanmu Hyung!!” Ucap Kyuhyun tiba-tiba menahanku. “Aku tau, itu bukan isi hatimu kan? Keluarkan hyung!! Kau tidak tahukan sekarang bagaimana Hyeri?” Kyuhyun terus menekanku, Aku tidak tahan. “Ne~ Aku cemburu Kyu! Aku kesal! Aku beberapa kali memergoki Henry bersama hyeri bersama! Aku sedih kyu! Tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa! Aku mencintai Hyeri, walau aku tau aku disakitinya…” tak terasa ternyata aku sudah menangis. Aku sungguh mencintai Hyeri. Aku menuju kekamar meninggalkan Kyu dan Henry yang tetap diam ditempatnya. Jam sudah menunjukan pukul 00.10 a.m itu menandakan aku harus tidur sekarang. “Oppa~” Suara tak asing itu berada dibalik pintu. Aku membalikan badanku dan membuka pintu, wanita yang paling kucintai datang menemuiku lagi.
“Saengil chukahamnida, saengil chukahamnida, saranghanda Wookie ireum, saengil chukahamnida, Saranghae oppa” Hyeri membawa kue yang terdapat beberapa lilin diatasnya. Dia bernyanyi. Aku bahkan lupa pada hari ulang tahunku sendiri… Tanpa aku sadari semua member sudah berada di sekelilingku. Mereka tersenyum nakal. Aku mengerti.
“Sungmin hyung dan Yesung hyung… Apa kalian benar bertengkar waktu itu?” Aku menatap mereka dan bertanya sok serius. Mereka berdua menggeleng kompak. “Leeteuk hyung, apa kau benar-benar menggantikan posisis chef dirumah ini?” Leeteuk hyung menggeleng juga. Aiiiish jinjja?! Mereka ini!! “Makanan yang aku bawa itu semua masakan MinRin hyung hahaah.” Kyuhyun tertawa senang, seperti berhasil membohongiku. MinRin yang ternyata tiba-tiba sudah disebelah Kyu pun tersenyum nakal. haiish, ternyata dia juga ada dibelakang semua ini -__-
“Oppa, mau sampai kapan kau menyuruhku memegang kue ini?” Suara Hyeri menyadarkan ku kembali bahwa aku sedang berada dalam surprise party dari mereka. Aku berdoa sebelum meniyp lilinnya.
Malam ini sungguh tak terlupakan. Kangin, Zhoumi dan Kibum menyempatkan diri untuk datang kesana. Aku mencari sosok HanKyung hyung, dimana dia? “Weeee~ Wookie, kau tunggu apa lagi sih? cepat potong kuenya…” Suara ini sangat tak asing bagiku. “Hyuuuuuuung, kemana saja kau hah?” Aku langsung memeluk hangkyung hyung. “cup.. cup.. aku dari tadi dibelakangmu kok wookie. kamu saja yang tidak sadar,” Hah? -_- HanKyung hyung mengusap kepalaku.
Pesta terjadi cukup lama. Semua masih asik berpesta. MinRin sudah tidur dikamar bersama Kyuhyun. Hyeri tiba-tiba menghampiriku, “Oppa~ Aku harus pulang, aku pamit yah…”. “Biar aku mengantarkanmu.”. Hyeri hanya mengangguk. Aku mengantarkannya pulang. Selama diperjalanan kami diam saja. Sampai akhirnya aku sampai di apartemennya.
“Oppa mian merepotkan. Oh iya ini ada kado untukmu.” Hyeri memberikan aku sebuah kado. Aku membuka sampulnya. Aigooo~ Aku melihat sebuat kemeja dan jam tangan yang aku lihat saat dia bersama Henry. “Hyeri, maaf aku sudah salah sangka padamu.” Aku menunduk malu, Hyeri tersenyum. “Gwaechana oppa~”. “Aku terlalu cemburuan. Padahal kau dan Henry tidak ada apa-apa.” . “Sudahlah, yang penting kau tau oppa mengapa aku bersama Henry kemarin-kemarin.”. Aku tersenyum dan menggenggam tangannya. “Hyeri, saranghae.” Aku mencium keningnya, “Naddo saranghae Ryeowook oppa…” Dia menjawabnya.
Angin yang berhembus kencang. Suasana musim semi seperti tahun lalu terasa. Namun lebih dingin rasanya karena malam hari. Bomnal, aku menyukai musim itu seperti aku mencintai Hyeri…

-The End-

N.B: Chinguuu... terima kasih sudah membaca FF oneshoot ini. FF ini di dedikasikan untuk wookie oppa yang hari ini (21 Juni, red) berulang tahun (: Saengil Chukhae hamnida oppa~ ^^ Btw, mian kalo FF ini jelek. Aduuuuh emng aku ga bakat bikin FF yang bukan Kyuhyun Cast sih /plak heehe Komentar yah chingu, dont be a silent reader hehe^^

Senin, 31 Mei 2010

Full House 2 'part 4'

Kyuhyun yang melihat Siwon bersama MinRin didapur langsung kembali ke ruang tamu dengan hati yang perih. Dia tak menyangka Siwon akan ‘menembak’ MinRin begitu cepat.
“MinRin-ah saranghae.” Siwon menggenggam tangan MinRin. Min Rin menatap Siwon tersenyum. Dan langsung memberi Siwon nasi goreng yang sudah dia pisahkan untuknya. “Haha, oppaaa aku suka candaanmu pagi ini. Kau lucu!” Min Rin tertawa. “Ani MinRin, aku tidak bercanda.” Siwon meletakan piring yang diberi MinRin kemeja. Kini senyum dari wajah MinRin hilang dan dia terlihat bingung, “MinRin, maukah kau menjadi yeoja chinguku?” Min Rin melotot, dia mulai mengerti dengan hal yang terjadi. Siwon melanjutkan kata-katanya, “Kau tak harus menjawabnya sekarang MinRin.” Siwon tersenyum dan kini duduk dikursi. Min Rin malah sibuk menatap sekitar, “wae?” Siwon bingung melihat tingkah MinRin, “Oppa apa kamera cctvnya nyala?” Muka MinRin yang polos itu terlihat sedikit takut, “hahaha, tidak minrin-ah kalau kamera itu menyala, aku tidak akan menembakmu sekarang dan disini.” Siwon tertawa dengan pertanyaan polos MinRin. Min Rin ikut tersenyum, tepatnya tersenyum malu. “Oppa, mian aku tak bisa jawab sekarang.” Minrin membukukan sedikit badannya. “Gwaechana aku akan menunggumu.” Siwon tesenyum. Min Rin tiba-tiba menyendokan nasi ke sebuah piring. “Untuk siapa itu MinRin-ah?” tanya Siwon. “Untuk Kyu. Tadi dia bilang dia lapar,” MinRin tersenyum dan meninggalkan Siwon sendirian didapur. “Mianhae MinRin, mungkin aku akan menghalangimu.” Ucap Siwon ketika MinRIn sudah tak ada.

*Min Rin POV*

Apa yang aku harus jawab? Kenapa tiba-tiba Siwon oppa menyatakan perasaannya? Aku memang menyukainya tapi… Haiiish, ottokke? Aku menatap Siwon oppa yang masih tertawa. Entah mengapa aku langsung teringat pada Kyuhyun oppa tadi.
“Apa yang akan kau buat?” Ucapnya ketika dia melihatku memasuki dapur. “Nasi goreng oppa. Kenapa? Kau sudah lapar yah?” Ucapku melihatnya memegang perutnya. “Ehm nee~ ada yang bisa kubantu? aku sudah lapar.” Kyu menawarkan bantuan, tapi aku tolak dengan cepat. Aku hanya tidak mau jarinya teriris lagi, dan fobianya kambuh lagi. “Kalau nasi gorengnya sudah jadi, aku akan antar ke ruang tamu. Kau tunggu saja oppa.” Dia mengangguk setuju.

“Untuk siapa itu MinRin-ah?” tanya Siwon oppa. “Untuk Kyu. Tadi dia bilang dia lapar,” Aku langsung pergi ke ruang tamu meninggalkan Siwon oppa sendirian. Diruang tamu aku melihat Kyu masih sibuk dengan gameboynya. “Oppa ini nasi gorengmu.” Aku menaruhnya di lantai didepannya. “gamsahamnida MinRin.” Dia tidak memalingkan pandangannya dari gameboynya. “Oppa, mengapa kini bicaramu sangat formal padaku?” aku bertanya dengan sedikit bercanda. Namun aku mendengar jawaban yang menyakitkan, “Waeyo? memangnya aku siapa? Aku bukan siapa-siapamu,” Semua ucapan Kyu benar adanya, namun hatiku begitu sakit mendengarnya. Aku mencoba tertawa,”Ah mian oppa, aku lupa. Apa para hyung sudah bangun?” Aku tidak bisa terus tertawa, mataku kini sudah berair. “Ne~ tapi mereka belum juga keluar kamar. Ketok saja pintunya.” Dia masih tetap tidak menatapku, itu lebih baik daripada dia melihat mukaku yang kusut ini karena kata-katanya barusan.

Aku membangunkan semua Hyung. Dan kami makan bersama pagi ini seperti biasa. Kecuali Kyu, yang sudah lapar duluan tadi.

*END OF MIN RIN POV*

*Kyuhyun POV*

Aku putuskan untuk memakai kata-kata formal dengan MinRin. Hanya itu yang ada di otakku sekarang. Setidaknya, aku ingin mempertipis kedekatanku sekarang dengannya. “Oppa, mengapa kini bicaramu sangat formal padaku?” ucapnya dengan nada sedikit bercanda. Aku harus hentikan ini, atau hatiku akan makin sakit, “Waeyo? memangnya aku siapa? Aku bukan siapa-siapamu, Suaraku tetap datar tapi aku yakin menyakiti hatinya. Suara MinRin terdengar tercekat awalnya, namun dia tutupi dengan tawa khasnya. MinRin-ah jeongmal mianhae. Dia meninggalkanku dan membangunkan hyung yang lain untuk sarapan bersama, namun aku memutuskan untuk makan sendiri disini. Aku tidak bisa melihat MinRin-ah dengan namja Chingunya siwon hyung….

*end of kyuhyun POV*

*semua kejadian direkam oleh kamera*

Hari ini acara untuk mereka adalah jalan jalan bersama. Mereka dibagi menjadi dua kelompok untuk membawa Min Rin berjalan-jalan. Team A terdiri dari Yesung, Ryewook, Sungmin, dan Shindong. team B terdiri dari Eeteuk, Eunhyuk, Kyuhyun dan Siwon. Mereka harus membawa MinRin ketempat yang menurut mereka paling disukai MinRin.

Team A membawa Min Rin sebuah tempat les memasak. Ryewook dan MinRin ditantang untuk membuat makanan dan menghidangkannya kepada para juri. Jurinya adalah Sungmin, Yesung dan Shindong. MinRin menikmati hari bersama Team A, tingkah Sungmin yang selalu di-imut-imutkan, Shindong yang gak komentar dengan masakan mereka hanya terus makan, dan tingkah Yesung dan Ryeowook yang sedikit abnormal dan yaoi *author dibunuh fans Yesung ma Wookie >,<*

Selanjutnya, MinRin bersama dengan team B. Minrin tercengang ketika tahu dia dibawa kemana. Dia melihat sebuah butik khusus untuk pakaian pernikahan. “Ah… aku ingin ada Kangin disini…” ucap Eeteuk tiba-tiba ketika melihat baju pengantinnya. “Ah hyung, Kau tidak menganggap adanya EunTeuk couple…” Eunhyuk tersenyum nakal menggoda Eeteuk. Teuki tersenyum dan langsung masuk ke fitting room yang terdapat sebuah gaun didalamnya. Min Rin kaget melihatnya.

“Haha, kau harus terbiasa MinRin-ah melihat tingkah teuki Hyung yang seperti itu.” Siwon menyadari kebingungan MinRin. “Ooooh, tapi aku rasa Teuki oppa akan lebih tampan jika dia memakai baju pengantin pria.” MinRin membayangkan Eeteuk memakai jas pernikahan ‘aiiish, dia pasti tampan sekali.’ batin Min Rin, “Kau akan menarik kata-katamu barusan jika kau sudah melihat itu,” Siwon menujuk Eeteuk yang keluar dari fitting room.

*Min Rin POV*

Omooo~ Eeteuk oppa manis sekali memakai gaun itu. Ditambah, dia memakai sebuah wig panjang. Benar apa kata wonnie oppa, dia cantik sekali. “Min Rin bagaimana?” Eeteuk oppa menghampiriku. “Kau cantik sekali oppa. Mungkin kau lebih cantik dariku.” Aku tertawa, Eeteuk oppa pun ikut tertawa. “Kau juga lekas ganti baju.” Kata Eunhyuk oppa begitu keluar dari fitting room, dia begitu tampan dengan jas hitam. “Aku juga oppa?”, “Nee~ tentu saja. Kau akan berpasangan dengan Kyu dan Siwon.” Eunhyuk oppa tersenyum licik, aku diam melihatnya. “Hyung! kenapa aku juga ikut?” Tiba-tiba Kyu angkat bicara. “heem, cepat kau ganti baju.” Eeteuk oppa mendorong Kyu hingga dia masuk ke fitting room. Tanpa aku sadari Eunhyuk oppa juga mendorongku sampai fitting room pula. Aku melihat sebuah gaun yang bermodel sama dengan punya Eeteuk oppa. Aku mencoba memakainya, dan mematut-matut diri disana. Ketika aku keluar, Kyuhyun dan Siwon oppa sudah menungguku.

*END OF KYUHYUN POV*

*Kyuhyun POV*

“Kemana kita akan bawa MinRin?” Tanya Eeteuk hyung pada yang lain. Aku masih sibuk dengan gameboyku. “Molla… Apa kau tahu Siwon?” Aku melihat ke arah mereka, Siwon hyung menggeleng. Kemudian dia bertanya padaku. Aku menutup gameboyku dan memberi tahu apa yang MinRin sukai. Semua tersenyum puas ketika mengetahuinya. Akupun kembaku dengan gameboyku.

Eeteuk hyung dipasangkan dengan Eunhyuk hyung. Teuki bertingkah layaknya yeoja. MinRin terlihat bingung melihatnya, aku ingin mecoba menjelaskan. Namun ketika bibirku ingin terbuka, namja chingunya Siwon hyung sudah menjelaskannya duluan. kalau begini, lebih baik aku diam saja. Tiba tiba aku mendengar Eeteuk hyung bekata “………. Kau akan dipasangkan dengan Kyu dan Siwon” Dia mengatakannya pada MinRin. Aku mencoba menolak, namun Eeteuk hyung terus mendorongku hingga aku sampai ke fitting room tersebut. Aku melihat satu setel jas yang sepertinya sudah disiapkan untukku. Ukurannya sangat pas, modelnya sedikit berbeda dengan punyanya Eunhyuk hyung. Tak butuh waktu lama aku sudah selesai dengan pakaianku. Begitu aku keluar ternyata Siwon hyung pun sudah selesain dan dia kini menungguku.

“Kyuuu, benarkan kau tampan dengan jas itu?” Eeteuk hyung menatap kearahku tersenyum puas. Aku jadi ingin menjahilinya, “Eh iya noona, terima kasih.” Tiba-tiba Eeteuk hyung menjitakku. “Walau aku berpakainan seperti ini aku tetap namja Kyuuu…” Aku berhasil, Teuki hyung memanyunkan bibirnya haha. “Minrin belum selesai Hyung?” Aku melihat sekitar, aku belum melihat MinRin. “Tunggu sebentar lagi.” Kata Eunhyuk hyung. Tiba-tiba Min Rin keluar dari fitting room. Dengan gaun yang sama dengan Eeteuk hyung. Tapi jatuhnya beda dibadannya. Dia terlihat lebih cantik dari Eeteuk hyung maupun Heechul hyung. Rambutnya yang ikal diurai kedepan. Dia benar-benar cantik. Siwon hyung sangat beruntung memiliki yeoja chingu seperti MinRin.

*end of kyuhyun POV*


Teuki dan Eunhyuk berfoto bersama layaknya pasangan suami istri. MinRin berfoto diantara Kyuhyun dan Siwon. Mereka menghabiskan waktu di butik itu hingga malam kemudian pulang ke dorm.

Hari-hari terus berlalu, kini MinRin mulai kembali kuliah setelah tidak masuk satu minggu. Dia kuliah dulu, baru kemudian kembali ke dorm untuk fullhouse. Tak ada yang berubah, Kyuhyun masih mencoba menjauhi MinRin dengan sikap dingin dan bahasa formalnya. MinRin juga belum menjawab pernyataan cinta dari Siwon. Sampai akhirnya dia mengetahui jawabannya.

“Oppa aku akan menjawabnya sekarang.” MinRin menarik tangan Siwon ke arah dapur pagi itu. “Nee~ Jankkaman. Biar aku bernafas sebentar.” Siwon yang baru masuk kerumah setelah jogging paginya masih mencari udara karena kelelahan. “Ah, mian oppa~ aku harus berangkat kuliah sekarang. Dan aku rasa aku harus menjawabnya sekarang.” MinRin melepas genggaman tangannya dari lengan Siwon. Dia memeriksa keadaan sekitar dan dia langsung menunduk lama, “Oppa, jeongmal mianhae, aku tidak bisa menerimamu.” Siwon mencoba tetap tersenyum, namun luka dihatinya begitu besar, “ Aniyo~ gwaechana, cepat kau berdiri tegak!” Siwon mengacak-acak rambut MinRin, “Oppa aku punya teman yang ingin mengenalmu, Dia teman kuliahku.” Siwon kembali mencoba tersenyum dengan Kata-kata MinRin “Jinjja? Coba kau kenalkan aku padanya MinRin-ah agar sakit hatiku kini sedikit berkurang.” Siwon tertawa, namun terlihat kepiluan di wajahnya. “Ah Oppa mianhaeyo, aku makin tidak enak dengan oppa. Kau mau oppa? lain kali akan ku kenalkan kau padanya,” MinRin tersenyum pada Siwon dan dia berpamitan untuk pergi kuliah. Seperti biasa para Hyung yang lain masih dikamar. Ketika MinRin keluar dari dorm senyum Siwon hilang dari wajahnya, Siwon membatin, ‘Apa Kyu yang jadi penghalangku MinRin? Apa aku boleh sedikit licik untuk mendapatkanmu?’

*To be Continued*

Full house 'part 3'

Kyuhyun membuka halaman pertama buku itu, namun dia langsung menutupnya. Kyuhyun memeriksa keadaan sekitar, ‘Apa disini dipasang CCTV juga?’ batin Kyu, setelah memeriksa keadaan, dan tidak melihat satupun kamera tersembunyi Kyuhyun membuka halaman pertama. Kyuhyun membaca 1 halaman tersebut, matanya menyerngit,
“Aigooo~ Kenapa Min Rin menulis dengan bahasa Indonesia sih?” Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Dia tidak sadar namanya tertulis didalam halaman tersebut. Akhirnya Kyuhyun keluar dari kamar untuk menaruh buku tersebut di kursi depan TV lagi, dan kembali menonton TV.

*MIN RIN DIARY*

Halaman pertama

Korea, 05 July 2008

Haaaa, ini notes pertama yang aku beli dikorea ^^ Aku harap kau akan rajin ku isi. Aku memutuskan untuk menulis dengan bahasa Indonesia, agar tak ada seorang pun disini mengetahui artinya. Setidaknya jika mereka tidak bisa bahasa Indonesia (-.-). Aku kini tinggal bersama Appaku, Eomma ada di Indonesia bersama Appaku yang baru T,T. Aku memutuskan kembali ke Korea. Aku rindu Appa dan Kyuhyun. Kau lihat foto didepan notes ini? Fotoku dengan seorang namja. Dialah Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Dia adalah teman masa kecilku. Ehmm, mungkin tidak begitu kecil, saat umurku 10 tahun. Tapi dia sudah berumur 13 tahun. Aku berharap bisa kembali bertemu dengannya seiring aku kembali ke korea. Aku tahu aku bodoh (-,-) mana mungkin aku bisa kembali bertemu dengannya? Aiiish, sudahlah lanjutkan kepokoknya. Bulan depan aku akan memulai kuliahku di Korea. Semoga kehidupanku di Korea akan menyenangkan (: HWAITING MIN RIN ^^

Park Min Rin …

*end of park min rin diary*

*Park Min Rin POV*

Aku mencuci Cumi diwastafel. Kyu oppa membantuku mengiris bawang. Ini pertama kalinya kita berdua berbicara banyak sejak pertemuan kami. Aku benar-benar penasaran dengan Kyuhyun oppa. Tingkah dan gelagatnya aneh. Aku rasa aku memang harus bertanya. Apa dia memang Kyu masa kecilku?
“Hey oppa, kau tahu? aku punya pemikiran aneh,” Aku menengok ke arah Kyu oppa, di terlihat tekun dengan bawang irisannya, hihi.
“Apa?” Kyu menjawab dengan mata yang tetap fokus pada bawangnya. Dia tidak melihat kearahku,
“Aku berfikir kalau kau adalah teman masa kecilku. Aneh bukan?”Aku langsung masuk ke inti pertanyaanku. Aku rasa dia bisa mengerti maksutku tanpa aku harus berkata, ‘Hey oppa, kau Cho Kyuhyun teman masa kecilku bukan?’.
Kyu oppa diam, aku bingung mengapa dia tidak langsung menjawab. Tiba-tiba aku mendengar Kyu oppa menjerit, “Aduuuuhh…”. Aku langsung berhenti mencuci dan menengok ke arah Kyu oppa. Darah terlihat menetes dari telunjuknya. Kyu oppa hanya diam memandanginya, aiiiiish babo sekali dia ini!. Aku langsung menghampirinya dan menghisap darahnya, sesekali aku melirik kearah Kyu oppa mukanya pucat. Apa dia takut dengan darah, aku rasa dia memang Cho Kyuhyun temanku dulu. Aku menarik tangan Kyu oppa langsung ke arah washtafel dan mencuci lukanya dengan air. Aku bertanya padanya apa dia tidak bisa mengiris? dia terlihat marah dengan kata-kataku dan tidak ingin lukanya disembuhkan. Seperti ambekan anak kecil. Aku menyuruhnya duduk dikursi meja makan sementara aku mencari kotak obat,
“Oppa, kau tau kotak obat dimana?” Ucapku yang terlihat mengganggu Hyuk oppa menonton,
“Aniii~ untuk apa Minrin?” Hyuk oppa melepaskan pandangannya dari TV,
“Kyuhyun oppa teriris pisau didapur. Kau tahu dimana kotak obatnya oppa?” Leeteuk oppa yang tadinya berada dikamar langsung keluar mendengar kabar Kyu oppa, begitu pula dengan Yesung oppa yang sedari tadi dikamar.
“Mwo? Kyuhyun?” Leeteuk, Eunhyuk, Yesung, dan Siwon oppa langsung kedapur melihat keadaan Kyuhyun. Aku terus mencari kotak obat di buffet. Tapi nihil, tiba-tiba Siwon datang dan menawarkan bantuannya. Tentu saja aku tidak menolaknya, dia lebih tahu seluk beluk dorm ini daripada aku.
Aku terus mencari di sekitar ruang tamu, dan Siwon mencari di tempat lainnya. “Ini ketemu,” Tiba-tiba ada suara pelan tepat dibelakang kupingku, itu Siwon oppa. Mukanya persis dibelakang telingaku, dia masih seperti ingin membisikan sesuatu padaku. Akhirnya aku menengok kebelakang dan aiiiish~ muka ku dan Siwon oppa hanya berjarak satu cm. Yaaa! aku merasa pipiku memerah. Siwon oppa tersenyum, omo, aku tidak bisa tahan dengan senyumnya.
“Ayo cepat kita ke Kyu oppa.” Aku langsung menarik tangan Siwon cepat ke arah dapur, aku tidak ingin Siwon oppa melihat mukaku menjadi merah jambu. Begitu sampai didapur, oppadeul langsung mengambil alih kotak obat. Leeteuk oppa dan Hyuk oppa mengurus luka di jari Kyu, Yesung oppa sedang mengiris-iris bawang yang belum selesai Kyu kerjakan. Siwon berdiri disebelahku. Dia tersenyum melihat tingkah Kyu. Mengapa senyum Siwon sangat menawan oh Tuhaaan?!
“Sudah kyu, kau nonton tv saja sana. Kami akan meneruskan masakanmu bersama Min Rin.” Yesung oppa masih sibuk dengan bawangnya. Kyu langsung berjalan keluar dapur. Para oppa membantu perkerjaanku didapur. Aku melirik pada roti olesan Kyu yang belum sempat dia bakar. ‘Akan kusimpan dan kubakarkan untuknya.’ batinku. Kita semua sibuk dengan semua pekerjaan. Eunhyuk memotong-motong wortel, Leeteuk oppa membuat bumbu sopnya, dan Siwon oppa memotong sayur-sayur lainnya. Aku sedang memotong cumi yang sudah selesai aku bersihkan tadi.
“Ah!” Aku berteriak, semua oppa melirikku.
“Ada apa Min Rin?” Yesung oppa, mendekatiku
“Ani oppa~ Aku melupakan sesuatu…” Aku langsung mencuci tanganku dan menuju kearah ruang tamu. Para oppa sibuk lagi dengan kegiatannya,
Aiiiish~ bodoh sekali aku meninggalkan notes berhargaku di bawah sofa depan tv -_- itu tempat paling tidak aman kan? Babo kau Min Rin!!

*End of Min Rin POV*

Kyuhyun sedang asik menonton drama kesukaannya Jumong. Tiba-tiba Min Rin mengganggunya,
“Oppa minggir,” Min Rin mengusir kyu dari singgasananya. Kyu tetap berada pada tempatnya.
“Misi oppa~~~” Min Rin kini mendorong Kyu. Kyu mulai bergeser dari tempat ia duduk semula. Namun, walaupun Kyu sudah minggir wajah MinRin tidak juga senang.
“Ada apa?” Kyu melirik kearah Min Rin, kemudian melanjutkan menonton.
“Apa kau lihat notes berwarna ungu disekitar sini?” Min Rin masih sambil mencari dikursi tempat Kyu duduk.
“Aiiiiish~ Cuma itu? aku menaruhnya dikursi sana.” kyuhyun menunjuk kearah kursi didepan TV.
“Mana oppa?” mata minrin terus melihat kearah kursi, namun tidak melihat notes berwarna ungu itu.

DUUUUUK

“Aw~ sakit oppa!” Min Rin mengusap kepalanya.
“Lagi, masa notes sebesar itu tidak terlihat!” Kyuhyun bangun dan mengambil notes yang terselip diantara bantal-bantal sofa,
“Tapi kau tak harus memukulku dengan remote -___-“ Min Rin terus mengusap-usap kepalanya yang sakit.
“Mana yang sakit?” Kyuhyun berjalan kearah Minrin untuk memberi notesnya.
“Nih, yang oppa tadi pukul!” min Rin masih terus mengusap bagian dikepalanya yang sakit,
“Ini bukan yang sakit?” Kyuhyun mengusap kepala Minrin tepat ditempat yang sakit.
“Ne~~ itu sakit!” dalam manja Minrin dia tersenyum,
“Kau bohong yah? dasar bocah!” Kyu langsung mengambil bantal disofa dan melemparkannya tepat kedepan muka Minrin,
“Min Riiiiiiiiiiiiiiin…..” Terdengar suara Eunhyuk dari dapur. Min Rin langsung kembali kedapur dan Kyuhyun melanjutkan tontonannya.

Min Rin yang sudah sampai dapur takjub dengan masakan yang ada. Calamary sudah siap diatas meja, sup juga sudah siap di meja. Piring pun sudah tertata untuk mereka berenam. Min Rin sangat puas dengan hasil kerja oppa-oppanya itu.

----------

10.00 PM di kamar Yesung, Ryeowook dan Kyuhyun.
Tentu saja para kamera man sudah tidak merekam kegiatan-kegiatan mereka. CCTVpun memang tidak dinyalakan pada jam tidur seperti ini.

“Kau darimana saja tadi Ryeo?” Yesung sedang bermain dengan ddangkoman di tempat tidurnya,
“Aku, Sungmin hyung, dan Shindong hyung menyiapkan sesuatu yang special.” Wookie duduk sebelah yesung. Kyuhyun keluar dari kamar, dia terlihat tidak tertarik dengan ucapan-ucapan Hyungnya.
“Ulang tahun Min Rin hyung.” Wookie berbisik ke telinga yesung. Dan mata Yesung yang sipit menjadi lebih besar.
“Jinjja? Kapan itu terjadi?” Yesung terdengar semangat,
“Ulang tahunnya masih sebulan lagi sih hyung….” nada suara wookie menjadi menurun, Yesungpun langsung kehilangan semangat.
“Lalu, apa yang kau lakukan dengan Sungmin dan Shindong?” ucap yesung sambil mengambil ddangkoman dan menaruhnya kembali ke aquariumnya.
“……………….” Wookie membisikan sesuatu pada Yesung. Muka Yesungpun langsung sumringah melihatnya.
“Kita akan pergi kesana?” Yesung teriak tak percaya,
“ssssstttt, baru kau, yang tahu!” Wookie menutup mulut yesung dengan melemparkan bantal. “neeee~ aku tau” Yesung langsung mengambil posisi tidur. Begitu juga dengan wookie.

*Kyuhyun POV*

“Aku, Sungmin hyung, dan Shindong hyung menyiapkan sesuatu yang special.” Wookie duduk sebelah yesung, aku bangun dari tempat tidur dan keluar dari kamar. Aku teringat oleh roti olesan ku yang belum sempat aku bakar. semoga belum ada hyung yang memakannya.
“Aiiiiiiisssh!” Aku terkejut melihat seorang perempuan sedang berada di dapur sambil mengerjakan sesuatu. “Oppa? Mengagetkanku saja.” Min Rin menatapku dan kembali dengan kertas-kertasnya. “Apa yang kau lakukan?” Ucapku sambil mencari-cari roti yang ku oleskan tadi. “ Kau mencari roti bakarmu oppa?” Min Rin bangun dari kursinya dan berjalan ke arah microwave disebelah kulkas. “ini oppa. sudah aku bakar, kesukaanmu yang pinggirnya garing kan?” Min Rin memberikan piring berisi roti-roti itu. “Dari mana kau tahu?” Aku mengambilnya dan duduk dihadapan Min Rin. “Yaaa! kau kan sudah kubilang, kau ini mirip dengan temanku. Ternyata hal ini juga sama.” Min Rin menjawabnya namun matanya masih melekat di kertas-kertas yang dimeja. Aku mengambil salah satu kertasnya “Apa ini? Tugas kuliah mu?” Aku melihat isi kertas itu, terlihat beberapa gambar baju-baju. “Iya oppa, ini tugas kuliahku. Bagaimana?” Min Rin menghentikan menggambar dan menatapku, “Cita-cita jadi desaigner? Karyamu bagus.” Aku melihat semua karyanya satu-persatu sambil menggigit roti bakarku. “Gomapta oppa~ aku sangat meragukan gambarku. Ini cita-citaku oppa, makanya aku mengambil jurusan fashion design.” Min Rin tersenyum sambil terus melanjutkan karya lainnya, sesekali aku melirik kedia, dan dia melihat kearahku pula. “Kau tau oppa? Impianku adalah mempunyai suami yang mau memakai desaign baju pengantinku. Aku ingin membuat setelan yang paling indah buat dia.” Min Rin tersenyum lebar saat mengatakan hal itu. Aku teringat akan sesuatu.

*Flashback*
Min Rin duduk disebelahku bermain dengan bonekanya. Dia sibuk mengganti-ganti baju bonekanya. Akupun sibuk dengan handphone eomma yang ada ditanganku, aku sibuk dengan permainan yang ada didalamnya.
“Oppa~ lihat boneka ini, mereka terlihat bahagia berpasangan seperti ini.” Min Rin menunjukan sepasang boneka didepan mataku.
“Aku ingin membuat baju yang indah untuk boneka ini. Aku ingin mereka memakai baju buatanku.” Min Rin tersenyum dan terus memainkan bonekanya. Aku ingin tertawa mendengarnya,
“Yaa Min Rin, lebih baik kau membuat baju itu untukmu sendiri.” Aku ingin tertawa. Tapi aku coba tahan. “Baik, aku mengubah impianku. Impianku adalah mempunyai suami yang mau memakai desaign baju pengantinku. Aku ingin membuat setelan yang paling indah buat dia.” Min Rin mendekatkan kepalanya lagi dengan kepalaku. “HAHAHAHA… Min Rin kau ini masih kelas 5 SD. Sudah berfikir sampai sana? Aigoo~” Aku tertawa sejadi-jadinya, melihat muka Min Rin ditekuk aku langsung diam dan tidak tertawa.
“Min Rin, gwachenaeyo? Mianhae, Cuma bercanda.” Aku menutup permainanku dan menyenggol Min Rin.
“Ani oppa, gwachena. aku tahu kau bercanda.” Min Rin kembali tersenyum dan bermain kembali.
*end of flash back*

“Oppa, oppa waeyo?” Min Rin membangunkanku dari ingatanku. “oh, anii~ aku mengantuk. Jangan tidur terlalu larut.” Aku bangun dari tempat dudukku dan meninggalkan Min Rin tetap didapur. “Kau jangan berisik dengan gamesmu dan lekas tidur oppa. Kasihan Hyung-hyungmu.” Itu pesan terakhir Min Rin sebelum aku meninggalkan dapur. Aku hanya mengangguk.

“Dari mana kau Kyu?” Yesung Hyung belum tidur rupanya? “Aku habis makan hyung. hee-hee” Aku langsung menuju tempat tidur. “Makan apa Kyunnie?” Wookie yang matanya sudah terpejampun masih mengajak bicara. “Roti hyuung. Kaukan tahu aku tidak bisa memasak apapun kecuali roti bakar, dan ramen. Tidurlah hyung, aku duluan.” Aku langsung menutup mukaku dengan selimut.

*END OF KYUHYUN POV*

Seminggu berlalu, Min Rin makin akrab dengan semua member. kecuali member yang tidak mengikuti Fullhouse. Namun sayangnya Min Rin dan Kyuhyun belum sadar bahwa mereka sebenarnya memang sahabat dari kecil, plus cinta pertama mereka. Kyuhyun yang dulu terlalu polos tidak begitu menyadari bahwa dia menyukai MinRin. MinRin pun begitu, namun ketika keduanya pisah mereka baru menyadari perasaan masing-masing.

MinRin kini akrab dengan Siwon. Dimana ada Siwon disitulah ada MinRin. Tidak untuk didepan umum. Tapi diDorm, jelas Kyu sangat cemburu melihatnya. Dia tak pernah menampakkannya. Namun, semua hyungnya tetap saja tahu kalau Kyu tidak suka jika Siwon mendekati MinRin.

Senin, 26 April 2010

Full house 'part 1' [english subtitle]

Kyuhyun playing his gameboy, no matter whether it will be happening all subjects. His eyes continue to lead to a gameboy screen. Suddenly his head in time with an object. Kyuhyun groaned,

"Aaaah, ill hyuung" Kyuhyun rubbed his head,

"Listen to talk Eeteuk hyung Kyuhyun-ah!" Sungmin Kyuhyun rubbed his head,

"Aaah hyung, the meeting was boring." Kyu continues to play his gameboy. Sungmin stop to staring at kyu.

"AAAAAAAA ..." Kyu screaming, all eyes on that room stare at him. Sungmin are directly adjacent to look at kyu

"What kyu?" Sungmin anxious eyes,

"Because you hyung, I lost ...." Kyu sunk his head on the table,

"Aaaah Kyuhyun-ah you make us worry," the next kyu Kibum spoke.

"Sungmin hyung was hitting my head," complained to Kibum Kyuhyun. Kibum rubbed kyu's head.

Kyuhyun playing gameboynya discouraged, she began to notice what is being discussed Eeteuk hyung. Kyu's eyes widened.

"What is this hyung?" Kyuhyun looked at the whiteboard that reads his name,

"Ooh it? that the names of members who will follow a Full House 2, "Eeteuk explained, and began discussions on other member. Kyu was rarely involved discussion, he always approve all decisions hyungnya. But this time kyu really surprised his name be included in Full House 2.

"Hyung, you already know who will be the star guests?" Kyuhyun whispered to Kibum,

"It's Kyuhyun-ah." Kibum looked Kyu,

"What he's Korean?" Kyu looks very curious,

"No kyu, the girl just moved to Korea last year to continue their education." Siwon who spoke this time.

"Back when she was little she had lived dikorea. But since his parents separated he lived with his mother who berwarga Indonesian state. Now she lives with her father in Korea. "Eeteuk expose all of the guest stars,

"But why this time I have to participate in this event?" Kyu start taking gameboynya again, but Sungmin straight win and play it.

"This should kyu, you did not participate during the first full house." Yesung insisted kyu as well. Kyu resigned and did not speak any longer.

* Kyuhyun POV *

What do my hyung-hyung think? Written my name, Wookie-hyung, Yesung-hyung, Hyuk-hyung, Eeteuk-hyung, Sungmin-hyung, Shindong-hyung, and Siwon-hyung. Siwon-hyung come full house 2?

"Siwon hyung, you come fullhouse 2?"

"The word manager I have to come again Kyuhyun-ah," Siwon-hyung looks happy,

"Then you just replace me hyung?" I do not want to despair,

"Kyuhyun-ah you have to come! It's not going to change! "Yesung-hyung spoke up this time. Her eyes widened, I can not say anything anymore.

My hands are at table play pen. The hyung got everything ready. Room for the girl and others.

"Hyung whom her name?" Asked Yesung-hyung while changing water in aquariums ddangkoman.

"Park Min Rin" Eeteuk hyung answered as briefly as possible while sweeping the floor,

"Kyuhyun-ah! let's help us, "wookie-hyung gave me a broom to sweep.

"Where is she going to sleep?" I told the wookie-hyung,

"Your room," wookie hyung still cleaning the dust. I was shocked, still no talk of any kind.

"You are moving. You'll sleep with me and Yesung-hyung, "wookie-hyung realizes kekakuanku.

"When is she coming hyung?" Siwon-hyung shouted from the kitchen.

"Tomorrow Siwon-ah," Eeteuk hyung answered loudly as possible.

What is tomorrow? Now it was 5pm. My time to prepare everything is narrow.

* END POV * Kyuhyun

Kyuhyun merapihkan room filled with CDs of his PS3. Yesung help neatting the bed.

"Sorry I snapped at kyu ," Yesung paused,

"It's okay hyung. I was wrong. "Kyu still busy with PS3nya. Yesung kept tidy kyu's room.

"Why do not you want to follow Kyuhyun-ah?" Yesung sat on the bed Kyu.

"I felt we would not be comfortable with her arrival," Kyu stopped to clean CDs.

"Calm Kyu will all be fine." Yesung-hyung got up and rubbed his head Kyu.

"Aaah, it's good to be Magnae." Kyu start spoiled and attractive Yesung's hand. pull his hand and Yesung hit Kyuhyun's head.

"hey! continue neatty the room!. "Yesung Kyuhyun out of the room. Kyuhyun smiled with treatment hyungnya that one.

- - - - - - - -

"Kyuuuu, wake up," Wookie voice heard outside the bedroom door kyu. Kyu still hard to sleep at his room insisted. "Just for this night hyuung." Whined Kyuhyun overnight at Eeteuk. "You're going to clean your room again?" Eeteuk gave conditions at Kyuhyun. Kyuhyun nodded, and went straight to his room.

"Iyaa Hyung, I'm awake. I'll be out. "Kyuhyun out of his room. Her dress is very neat.

"Kyu, what's wrong with the clothes?" Sungmin laughed.

"Hyuuuung, do not laugh at me." Kyuhyun face flushed,

"There, there. Let's go. "Eeteuk arbitrate them. Eight of them walked to the bus. Five other people like, Donghae, Heechul, Kibum, Kangin, and HanGeng already in Bus.

"Eeeteuk hyung, what fullhouse not too full this time huh?" Kyuhyun was sitting behind the visit to the place where it sits hyungnya.

"No Kyu. This time the girl was alone. Unlike yesterday, there is Anya and Eva." Eeteuk answered blindly, he is busy with a phone in his hand. Kyuhyun looked back at the fore. The camera is ready them their activities. Kyuhyunpun ready with smiles and fake words.

different with fullhouse before, this time they pick up the girl in the place of lectures, Cheonha University. Knowing their university place crowded mereka.Di arrival of the Super Star as a crowd, Kyuhyun suddenly wanted to go to the toilet. He immediately left the place was crowded.

* Kyuhyun POV *
Too crowded. Where is she? We waited too long. What he did not know this event?
'Drrrrt drrrrt' handphoneku vibrate. I saw the display handphoneku, Yesung-hyung called me.
"Yoboseo? There anything hyung?" Lift my telephone from Yesung-hyung,

"Kyuhyun-ah, we're on the bus, went up just on the bus. The girl was still there until the hour 2siang class."

"What?" I saw the clock in my hand which shows at 12 noon.

"Come sooner you come here. We will eat lunch while waiting for the girl," Yesung hyung sounded hungry. My stomach go beep. I immediately left the toilet, running, still calling Yesung-hyung.

"I was running there Hyung." I tried to turn. Suddenly a well rounded girl, I do not accidentally bump into him. I immediately stood up to help him stand up as well. This long-haired girl looks a little pale. "You okay?" I held her shoulders, she immediately refused.
"It's okay." He looked down trying to take all her belongings that fell. I tried to help, and give him all those books. Name at her books look normal.
"Gamsahamnida" the woman received the books I had taken, he immediately went in the opposite direction with me. my felt cell phone already at my pocket. Yesung-hyung was deadly the telephone. I immediately ran to the BUS again. The Hyung surely awaited me.

* END OF Kyuhyun POV *

Super Junior go to their favorite Ramen places. Not far from Cheonha. Kyuhyun was silent in thought. "Kyuhyun-ah what is it about?" Yesung sat next kyu. "It's okay hyung, I just hit a girl before." Kyuhyun began to wake up and try gameboy fished in her bag. "What girl?" Yesung looks curious. "Long hair, wearing glasses, high-hyung tall wookie, unlike the Korean people." Kyuhyun tried to recall the figure of the woman. "Is it possible that he was Park Min Rin?" Sungmin Kyuhyun who sat in front began to speak. "I do not know Hyung, he was so quiet. It does not look happy. Seharusnyakan full house he was pleased join with us." Kyuhyun Sungmin answered questions quickly, so he could continue playing.

Kyu's Eye continue into the Game Boy. But keep in mind Kyu's Brain is the women. He could see that girl name. Her name is pronounced the same as last Sungmin said. He did not believe it, the girl who will be with them a full month. Kyuhyun stop playing games and taking his wallet, and saw a figure photo little girl who was playing in a park swing. Kyuhyun grabbed her purse tightly.

* To be continued *

Kamis, 15 April 2010

Fullhouse 2 'part 2'

Kyuhyun mencengkram erat dompetnya. Kyuhyun membatin, 'Maafkan aku Sungmin-hyung. Dia memang Park Min Rin, aku yakin itu. Aku hanya masih berharap bahwa aku salah membaca nama itu,'. Kyuhyun terdiam. Semua member asik dengan kegiatannya sendiri. Tak terasa mereka sampai di restoran kesukaan mereka. Semua bergegas turun, terutama Shindong. Kyuhyun berada di antrian paling belakang. Siwon yang berada didepan Kyuhyun sadar dengan sikap Kyu yang tidak biasa.

"Kau kenapa Kyu?" Siwon mencoba berjalan disebelah Kyu,
"anio, Hyung." Kyuhyun menjawab dengan tenang,
"Kau fikir kau bisa membohongi Hyungmu ini?" Siwon menjitak kepala Kyuhyun,
"Aduuuuh, sakit hyung.. kenapa sih Hyung-hyungku senang sekali menjitak kepalaku?" kyuhyun mengusap-usap kepalanya,
"Kau selalu menutupi sesuatu pada kami Kyuhyun-ah." Siwon mencoba mengusap-usap kepala Kyu, namun Kyu menolak halus,
"Tak ada yang aku sembunyikan Hyung. Aku harus bicara apa?" Kyuhyun dan Siwon tiba paling akhir di restoran itu,
"Perempuan tadi Kyu," Siwon mendapatkan tempat duduk disebelah Eunhyuk. Kyu mencari posisi dimana dia duduk. Sialnya hanya tempat duduk disebelah Siwonlah yang kosong, Kyuhyun dengan berat hati duduk disamping Siwon.
"Perempuan yang mana hyung? di Cheonha tadi?" Kyuhyun membuka daftar menu makanan,
"Yang kau tabrak tadi, dia Park Min Rin kan?" Siwon tak putus asa,

*KYUHYUN POV*
Siwon hyung terus mendesakku. Ah Hyung ku yang satu ini memang selalu penasaran dengan yang namanya perempuan. "Dia Park Min Rin hyung," Aku berbisik pada Siwon hyung. "Benarkan kataku. Bagaimana orangnya kyu? Bagaimana kau bisa tau?" Mata Siwon hyung berbinar-binar namun terlihat muka penuh penasaran. "Aku kan sudah memberi tahukanmu hyung tadi bagaimana Min Rin. ehm, aku kurang begitu yakin sih hyung, tapi aku punya firasat bahwa dialah Min Rin," Aku berusaha melepaskan diri dari pembicaraan tentang Min Rin, semoga hyung tidak bertanya apa-apa lagi. Untungnya Siwon Hyung hanya mengangguk. Makanan yang kami pesanpun datang. Semua terfokus pada makanannya.

Jam setengah dua, kami sudah selesai makan dan bergegas masuk kedalam Bus. Kamera akan merekam kegiatan kami sehabis ini. "Sungmin-hyung, Apa kau senang dengan adanya Fullhouse season 2?" Kibum berpura-pura menjadi MC. "Aku senang dengan adanya Fullhouse season 2. Aku tak sabar ingin bertemu dengan gadis itu." Kemudian Sungmin Hyung memberikan senyum termanisnya. Aku tak bisa menahan tawa. "Apa itu hyung? Sudahlah hentikan senyummu itu. Gadis itu untukku." Siwon hyung terdengar sangat optimis. Kemudian terjadilah perbincangan semua member tentang Min Rin, aku hanya tertawa mendengar kata-kata mereka tentang Min Rin.

"Pasti dia gadis yang cantik," Kata Yesung hyung, Aku hanya tertawa, aku mengakui Min Rin memang cantik.
"Yang jelas Rambutnya panjang," Siwon hyung menambahkan, ah Hyung bodoh!
"Bagaimana kau bisa tau?" Tampang Eeteuk Hyung penasaran. Ini yang tak aku harap kan.
"Aku hanya menebak lihat saja nanti." Siwon hyung menjawab dengan sangat senang. Seakan-akan dia telah sukses membuat semua penasaran. Tak terasa Bus diparkirkan, Kami sudah sampai di Cheonha.

*END OF KYUHYUN POV*

*PARK MIN RIN POV*

Dasar Appa!! Mentang-mentang sahabatnya direktur perusahaan TV, aku diharuskan mengikuti acara-acara seperti ini. Memangnya dia ingin lepas denganku selama satu bulan hah?

dua hari yang lalu malam hari saat makan malam,
"Appa tak mau aku tinggal bersama appa?" Aku meminta penjelasan appa tentang acara yang akan aku datangi,
"Bukan nak, kamu itu hanya bersama mereka 1 bulan, tidak lebih!" Appa meralat kata-kataku, bagiku satu bulan atau sehari sama saja appa tidak menginginkan aku bersamanya,
"Berarti Appa tidak ingin melihatku selama satu bulankan?" Aku tidak jadi menyuapkan sesendok nasi kemulutku,
"Bukan begitu nak. Kamu kan bisa mendapat teman orang-orang hebat. lagipula, appa ingin kamu punya pacar," Appa menjawab dengan tenang kemudian tertawa,
"Aiigooo, Appa kau tak percaya anakmu ini bisa mencari pacar sendiri? Lagipula apa hebatnya artis-artis itu?" Aku menyuapkan nasi kemulutku dengan beringas, appa melihatnya tertawa geli,
"Nae Min Rin, kau pasti akan mengetahuinya nanti." Appa masih dengan santai menjawab pertanyaanku. Aaaaah appa, Kalau bukan karena aku mencintaimu aku pasti akan menolak keinginanmu.

Aku bergegas menuju kelas selanjutnya, tiba-tiba ada pelajaran tambahan. Aku setengah berlari menuju ruangan kuliahku, tiba-tiba seorang pria bertubuh tinggi besar menabrakku. Buku-bukuku berserakan, pria itu mengambil bukuku dengan wajah agak kesal. Dia sempat membaca nama dibukuku, kuperhatikan matanya menjadi lebih besar dari biasanya. Aku tak sengaja melihat tagname di dadanya, CHO KYUHYUN tertulis disana. omona, itu Kyuhyun? Teman masa kecilku? Kepalaku terasa pusing, aku tak percaya dengan apa yang kubaca tadi.
"Kau tak apa-apa?" Tiba-tiba Kyuhyun memegang pundakku dan memberikan buku-buku itu. Aku sedikit menggeliat ketika dia menyentuh bahuku. Aku menatapnya dan mengucapkan terima kasih sambil agak menunduk, aku mencoba pergi secepat mungkin hingga bayanganku tidak tertangkap olehnya. Kaukah oppa kyu? kyu yang meninggalkanku saat aku sedang menyukaimu? Ah Kyu, kapan kita bertemu lagi?

Dosen sudah menerangkan pelajaran, otakku masih memikirkan kyuhyun. Aku merasa dialah CHO KYUHYUN tetangga lamaku. Apa aku benar? Aku masih ingat persis wajahnya ketika dia duduk di SMP, wajahnya tak banyak berubah. Aku tak yakin persis itu dia atau bukan, namun laki-laki itu jelas sudah membuatku kehilangan konsentrasi belajarku.

Waktu berasa sangat cepat tiba-tiba sudah jam 01.45 siang. Mungkin mereka sudah menungguku. Pelajaran dikelaspun sudah selesai, aku bergegas ke tempat yang ditentukan. Bis yang harusnya ditumpangi mereka belum datang. Aku duduk disalah satu kursi taman, otakku tidak bisa berfikir rasional. Pertemuan dengan pria bernama Kyuhyun tadi membuatku ingat dengan kejadian 10 tahun lalu.

*ENDING OF PARK MIN RIN POV*

*KYUHYUN POV*

Bus diparkir. Kami keluar dari Bis. Aku melihat gadis yang kutabrak tadi. Berarti dugaanku benar, dialah Park Min Rin yang akan mengikuti acara ini. Dia duduk di salah satu kursi taman, matanya menerawang kedepan namun tidak menyadari kedatangan kami. Mungkin ia sudah menunggu kami terlalu lama. Aaaaah Mianhae Min Rin.

Kamera merekam semua aktifitas kami sampai bertemu Min Rin. Siwon-hyung terlihat paling semangat. Seperti biasa aku berada dipaling belakang. Aku melihat Min Rin lagi, mukanya tetap pucat. "Annyeong Haseyo." Min Rin melambaikan tangan pada kami. Kini tangannya sudah tidak dipenuhi buku lagi. Semua member melambaikan tangan. Dan atas aba-aba dari kang-in Hyung kami melakukan slogan kami "We're Super Junior!". Min Rin Tertawa melihat kami, kemudian mengucapkan sesuatu. "Aaaah! Kalian Super Junior?" Min Rin terlihat tak percaya. "Teman-temanku sering membecarakan kalian." Min Rin melanjutkan ucapannya. "Mwo? Kau tidak mengenal kami?" Eunhyuk hyung tampak bingung. "Jeonmal mianhae, aku baru di korea dan tidak pernah mengikuti perkembangan artis-artisnya." Min Rin tersenyum, senyumnya tak berubah bahkan setelah 10tahun berpisah.

Min Rin tetap sama. Sama seperti saat dulu aku mengenalnya. Umur kami terpaut 3 tahun. Tapi dia perempuan yang dewasa. Aku masih mengenalinya. Walau 10 tahun berpisah. Aku yakin dia tidak mengingatku. Tapi aku sangat yakin itu dia.

*ENDING OF KYUHYUN POV*

Mereka sibuk bercanda. Kyuhyun hanya ikut tertawa. Min Rin pun ikut terbawa suasana, senyum selalu menghiasi bibirnya. Mereka akhirnya naik ke dalam bis untuk mengantar Min Rin pulang, karena kamera tidak merekam perbuatan mereka di bus mereka tidak banyak berbicara kali ini, apalagi kyuhyun. Min Rin duduk bersama Siwon, Kyuhyun duduk dibelakang Siwon, dia diam dan hanya bisa terdiam melihat tingkah Siwon ke Min Rin.

*Park Min Rin POV*

Mereka lucu. Aku bersyukur ikut acara bersama mereka. Aku fikir mereka sombong, tapi aku rasa mereka baik. Namun sampai sekarang mereka belum mengenalkan namanya. Termasuk yang duduk disebelahku ini. Dia pria paling tampan diantara yang lain, dan juga paling ramah terhadapku. Agak berbeda dengan Kyuhyun, pria yang menabrakku tadi. Dia hanya tertawa selama kamera merekam kegiatan kita, tak ada celetukan, tak ada pertanyaan-pertanyaan yang dilemparkan darinya untukku. Apa dia Kyuhyun temanku dulu? Aku merasa dia sudah sangat berubah.

Tak terasa bis sudah berhenti aku keluar dari bis setelah berpamitan dengan semua member. Kecuali pada Kyu. Dia sedang tertidur dengan headphone dikepalanya dan gameboy di tangan kanannya. Aiiiish~ Lucu sekali Kyuhyun. Dia sangat mirip dengan Kyu teman kecilku. Apa memang dia? Sudahlah aku hanya berharap dia memang Kyu.

----

Besok paginya mereka menjemputku, tujuan pertama ke apartement mereka untuk menaruh semua barang-barangku dan melakukan beberapa perkenalan. Aku sangat penasaran dengan Kyuhyun. Apa memang dia Kyu teman lamaku itu?
*END OF PARK MIN RIN POV*

Kamera merekam kegiatan-kegiatan mereka. Semua sudah memperkenalkan semua nama mereka. Kyuhyun dapat giliran terakhir. "Annyeong Haseyo. Kyuhyun imnida." Kyuhyun merunduk. Min Rin pun ikut merunduk. "Hey, kau itu laki-laki yang menabrakku waktu itu kan?" Min Rin bertanya pada kyuhyun. Kyuhyun hanya diam, kemudian menjawab "Ne, mianhae buat kejadian waktu itu." Kyuhyun mencoba untuk tetap santai tapi memasang senyum manis. Min Rin membatin 'apa dia benar Kyu? Semua dari dirinya persis dengan Kyu. SEMUA! Namanya, hobbynya, sifatnya. Apa aku yang salah?' Min Rin terdiam dengan senyum Kyu, dia masih dalam pikirannya sendiri. Sedangkan Kyu lega Min Rin tidak terus menanyainya. Kini mereka fokus dengan kegiatan selanjutnya. Makan siang bersama.

----
*semua kegiatan direkam dengan kamera yang tersembunyi.*

"Aaaaah, coba ada Hankyung hyung, pasti dia akan membuat masakan untuk makan siang." Ucap Siwon sambil menonton tv.
"Siapa itu, Siwon oppa?" Min Rin menonton tv disebelah Siwon,
"Dia salah satu member kita. Jago sekali nge-dance. Dan yang penting dia pintar memasak. Lagi pula ada Ryeowook, tak harus Hankyung-hyung," Eunhyuk yang berada disebelah Min Rin ikut menjawab,
"Hey hyung, itu pertanyaan untukku! Lagi pula Wookie sedang tak ada disini," Siwon menepok pundak Eunhyuk, dan Eunhyuk membalas lagi dengan memukulnya dikepala. Siwon dan Eunhyuk bertengkar kecil-kecilan. Min Rin tersenyum melihat tingkah oppa-oppanya itu.
"Sudaaahlah oppa hentikan. Biar aku yang memasak." Min Rin beranjak dari tempat duduknya masih dengan tertawa. Setelah Min Rin masuk kedapur, Siwon dan Eunhyuk yang tadinya bertengkar langsung diam dan kembali menonton TV. Min Rin mengintip dari pintu dapur dan tertawa "Dasar oppa-oppa aneh." Min Rin berbalik sambil tertawa, tiba-tiba ada seseorang sedang membuat roti bakar.

"Hey, apa yang kau lakukan oppa?" Min Rin mendekati pria itu,
"Aku membuat roti bakar, kau mau?" Kyuhyun mendekatkan pisau ke muka Min Rin. Min Rin menjauhkannya perlahan kemudian tersenyum.
"Tidak terima kasih, aku tidak suka selai stroberi." Min Rin melirik selai yang sedang di oleskan pria itu,
"Ah, yasudah." Kyuhyun kembali mengoleskan selai. Mukanya tampak senang dengan kata-kata Min Rin Barusan, dia seperti semakin yakin dengan perkiraannya. Min Rin yang melihatnya jadi penasaran.
"Ah Kyu oppa, mengapa kau tetawa?” Min Rin melihat ke arah muka Kyu,
"Aku tidak tertawa.” Kyu masih saja tersenyum jahil, Min Rin menjadi makin Keki.
"Ah, kau memang aneh oppa sejak dulu," Min Rin mengambil bahan-bahan membuat Sup dan Calamary di kulkas sambil melihat reaksi Kyu. Min Rin melihat muka Kyu yang keheranan.
"Kau akan memasak?" Kyuhyun melihat Min Rin mulai mengiris-iris bawang,
"Ne~ oppa, bantu aku memasak!" Min Rin masih sibuk dengan bawang putihnya. Kyuhyun yang sudah selesai dengan roti-roti olesannya mendekati Min Rin.
"Dapat apa aku membantumu?" Kyuhyun melihat bahan-bahan yang ada didepannya,
"Kau bisa memakannya," Min Rin berhenti mengiris dan menatap Kyuhyun sambil tersenyum. Muka Kyuhyun merah.


*Kyuhyun POV*
ANIIIII, kenapa mukaku jadi merah begini? aku merasa jantungku berdebar. dan semua darah yang dipompa oleh jantungku langsung naik ke pipiku. Aiiish bagaimana kalau Min Rin melihatnya? Apa yang kukatakan?
Min Rin masih sama seperti saat kita terakhir bertemu. Senyum selalu ada di wajahnya. Ingin sekali mengulang kedekatan kami saat masih kecil. Ah tapi sepertinya dia lupa padaku. Tentu saja, dia masih begitu kecil waktu itu. Tapi sikapnya sejak tadi tidak seperti dia lupa padaku, bahkan yang aku lihat dia mengingatku sebagai temannya dulu. Ah, mungkin oppanya.
“Mukamu merah oppa.” Min Rin melihat kearahku. Aku langsung memalingkan muka, wajahnya sangat dekat dengan mukaku sss.
“Tak apa,” Aku melanjutkan mengiris bawang putih. Min Rin kembali sibuk dengan cumi-cumi yang sedang dibersihkan.
“Hey oppa, kau tahu? aku punya pemikiran aneh,” Min Rin menengok kearahku dan tersenyum, aku segera memalingkan muka jangan sampai dia melihat mukaku yang akan memerah lagi seperti tomat!
“Apa?” Aku terus mengiris bawang. aiih bawang yang kuiris kenapa bentuknya seperti ini? berbeda sekali dengan buatan Min Rin,
“Aku berfikir kalau kau adalah teman masa kecilku. Aneh bukan?” Min Rin mengatakan hal yang sangat menusuk hatiku. aiiish Min Rin aku sebenernya ingin memberitahumu,
“Aduuuuuh….” Aku mengiris jari telunjuk kiriku, darah langsung menetes. Aku hanya bisa terdiam melihat darah ini, fobiaku pada darah akhirnya terjadi lagi. Darah yang menetes itu terlihat mengalir deras dijariku. Tiba-tiba Min Rin menghampiriku dan menghisap darah ditelunjukku. Ajaib, sekeluarnya telunjukku dari mulutnya darahnya berhenti dan tidak ada lagi. Min Rin langsung menarikku ke washtafel untuk membersihkan luka itu.
“Kau tidak bisa mengiris oppa?” Ucap Min Rin sambil membasuh lukaku dengan air keran,
“Aku bisa!” Aku setengah berteriak dan menarik tanganku dari genggamannya. Tiba-tiba tangannya meraih tanganku lagi,
“Oppa, kau harus mengobati lukamu. Kau tunggu disini, aku ingin mencari obat.” Min Rin menyuruhku duduk di kursi meja makan dan meninggalkanku sendirian. Dia benar-benar Min Rin yang dulu.
“Ada apa Kyu?” Siwon Hyung masuk kedapur, dibelakangnya ada Eeteuk hyung, Yesung hyung, dan EunHyuk hyung.
“Apanya yang bagaimana? Aku tak apa-apa.” Aku menyembunyikan jariku yang terluka dibawah meja, walau aku yakin usahaku juga sia-sia.
“Mana tanganmu yang terluka?” Eeteuk hyung mendekat, mau tak mau aku berikan padanya jariku yang terluka.
“Dasar dongsaeng bodoh -_-,” Yesung hyung mengambilkan air minum untukku. Agak kurang pas juga sih eventnya. Apa hubungannya jari yang berdarah sama minum? Ya sudahlah,
“Darahnya tidak keluar banyak?” Eunhyuk pun mendatangiku, melihat ke lukaku yang sudah tidak keluar darah,
“Aku tidak apa-apa hyuuuung. Jangan berlebihan seperti itu.” Aku bangun dari tempat dudukku, tiba-tiba Siwon hyung mendorongku ke kursi lagi.
“Kau duduk disini! Jangan kemana-mana, aku akan membantu Min Rin mencari kotak obat.” Siwon hyung pergi ketempat Min Rin berada. Namun tiba-tiba Eeteuk hyung bicara, “ Kenapa disaat seperti ini kita lupa dimana menaruhnya sih?”. Aku sudah terbiasa dengan kekhawatiran para hyung. Mereka hanya ingin fobiaku terhadap darah tidak kambuh.
“Ini dia obatnya ketemu,” Min Rin datang dari ruang tamu berdua dengan Siwon, entah mengapa hatiku seperti tersengat listrik melihatnya. Min Rin terlihat sangat khawatir, dia segera menghampiriku dan mengobati lukaku.
“Sudah kyu, kau nonton tv saja sana. Kami akan meneruskan masakanmu bersama Min Rin.” Yesung Hyung mulai mengiris bawang yang belumku iris. Aku langsung jalan ke depan ruang TV, dan duduk santai di sofa. Aku merasa seperti menduduki sesuatu. Saat aku mengambilnya ternyata sebuah buku dengan cover gambar seorang gadis kecil dengan seorang laki-laki yang lebih tua darinya. Aku mengenali mereka. Itu fotoku dulu bersama Min Rin. Dia Masih menyimpannya? Buku apa ini? Aku langsung membawa buku ini dan pergi ke kamar kemudian mengunci pintu. Aku duduk di pinggir tempat tidur menggenggam buku itu. Apa aku boleh membaca isinya? Pelan-pelan aku membuka halaman pertama,

*bersambung*

Rabu, 14 April 2010

Full House 2

Kyuhyun memainkan gameboynya, tak perduli akan yang terjadi diruangan itu. Matanya terus mengarah ke layar gameboy. Tiba-tiba kepalanya di pukul dengan suatu benda. Kyuhyun mengerang,

“Aaaah, sakit hyuung” kyuhyun mengusap-usap kepalanya,

“Dengarkan eeteuk hyung bicara kyuhyun-ah!” Sungmin mengusap kepala kyuhyun,

“aaah hyung, rapat ini membosankan.” Kyu terus memainkan gameboynya. Sungmin pasrah menghadapi dongsaengnya itu.

“AAAAAAAA…” Kyu teriak, semua mata satu ruangan tertuju padanya. Sungmin yang ada disebelahnya langsung memeriksa,

“Ada apa kyu?” mata Sungmin cemas,

“Karena kau hyung, aku kalah….” Kyu menenggelamkan kepalanya di meja,

“Aaaah kau kyuhyun-ah membuat kami cemas,” Kibum yang disebelah kyu angkat bicara.

“Sungmin hyung tadi memukul kepalaku,” kyuhyun mengadu pada Kibum. Kibum mengusap-usap kepala dongsaengnya itu.

Kyuhyun kehilangan semangat bermain gameboynya, dia mulai memperhatikan apa yang sedang dibicarakan eeteuk hyung. Mata Kyu terbelalak.

“Apa ini hyung?” Kyuhyun menatap whiteboard yang bertuliskan namanya,

“ooh itu? itu nama-nama member yang akan mengikuti Full House 2,” Eeteuk menjelaskan, dan mulai berdiskusi pada member lainnya. Kyu memang jarang ikut diskusi, dia selalu menyetujui semua keputusan hyungnya. Tapi kali ini kyu benar-benar kaget namanya diikut sertakan dalam Full House 2.

“Hyung, kau sudah tau siapa yang akan jadi bintang tamunya?” Kyuhyun berbisik pada Kibum,

“Sudah kyuhyun-ah.” Kibum menatap Kyu,

“Apa dia orang korea?” Kyu terlihat sangat penasaran,

“Tidak kyu, gadis itu baru pindah ke korea tahun lalu untuk melanjutkan sekolahnya.” Siwon kali ini yang angkat bicara.

“Dulu saat dia kecil dia pernah tinggal dikorea. Namun karena orang tuanya pisah ia sempat tinggal bersama ibunya yang berwarga negara Indonesia. Sekarang dia tinggal bersama ayahnya di korea.” Eeteuk membeberkan semua tentang bintang tamu itu,

“Tapi kenapa kali ini aku harus ikut dalam acara ini?” Kyu mulai mengambil gameboynya lagi, namun Sungmin langsung merebut dan memainkannya.

“Ini harus kyu, kau kan tidak ikut saat full house pertama.” Yesung mendesak kyu juga. Kyu pasrah dan tidak bicara apapun lagi.

*KYUHYUN POV*

Apa yang dipikirkan hyung-hyungku itu? Tertulis namaku, Wookie-hyung, Yesung-hyung, Hyuk-hyung, Eeteuk-hyung, Sungmin-hyung, Shindong-hyung, dan Siwon-hyung. Siwon-hyung ikut full house 2?

“Siwon hyung, kau ikut fullhouse 2?”

“Kata manager aku harus ikut lagi kyuhyun-ah,” Siwon-hyung terlihat gembira,

“Kalau begitu kau gantikan aku saja hyung?” aku tak ingin putus asa,

“Kyuhyun-ah kau harus ikut! Ini tak akan berubah!” Yesung-hyung kali ini ikut bicara. Matanya melotot, aku tak bisa bicara apa-apa lagi.

Tanganku memainkan pulpen yang dimeja. Para hyung menyiapkan semuanya. Kamar untuk gadis itu dan lain-lain.

“Hyung siapa nama perempuan itu?” tanya yesung-hyung sambil mengganti air di aquarium ddangkoman.

“Park Min Rin” Eeteuk hyung menjawab sesingkat mungkin sambil menyapu lantai,

“Kyuhyun-ah! ayo bantu kita,” wookie-hyung memberiku sapu untuk menyapu.

“Dimana dia akan tidur?” kataku pada wookie-hyung,

“Kamarmu,” wookie hyung masih membersihkan debu-debu. Aku kaget, diam tak bicara apapun.

“Kau yang pindah. Kau akan tidur bersamaku dan Yesung-hyung,” wookie-hyung menyadari kekakuanku.

“Kapan dia akan datang hyung?” Siwon-hyung teriak dari dapur.

“Besok Siwon-ah,” Eeteuk hyung menjawab sekeras mungkin.

Apa besok? Sekarang saja sudah jam 5 sore. Waktuku untuk menyiapkan semuanya sudah sempit.

*END KYUHYUN POV*

Kyuhyun merapihkan kamarnya yang penuh dengan CD-CD PS3 nya. Yesung membantu merapihkan tempat tidurnya.

“Maaf kyu tadi aku membentakmu,” Yesung terdiam sesaat,

“Tak apa hyung. Aku yang salah.” Kyu masih sibuk dengan PS3nya. Yesungpun terus membereskan kamar Kyu.

“Kenapa kau tidak ingin ikut acara itu kyuhyun-ah?” Yesung duduk di tempat tidur Kyu.

“Aku merasa kita akan tidak nyaman dengan kedatangannya,” Kyu berhenti membereskan CD-CD itu.

“Tenang Kyu semua akan baik-baik saja.” Yesung-hyung bangun dan mengusap kepala Kyu.

“AAAh, senangnya jadi Magnae.” Kyu mulai manja dan menarik tangan Yesung. Yesung menark tangannya dan menjitak Kyuhyun.

“Dasar! lanjutkan beres-beresnya.” Yesung keluar dari kamar kyuhyun. Kyuhyun tersenyum dengan perlakuan hyungnya yang satu itu.

- - - - - - - -

“Kyuuuu, bangun,” suara Wookie terdengar dari luar pintu kamar kyu. Kyu masih bersi keras tidur dikamarnya. “Untuk malam ini saja hyuung.” rengek Kyuhyun pada Eeteuk semalam. “Kau akan membereskan kamarmu lagi?” Eeteuk memberi syarat pada kyuhyun. Kyuhyun mengangguk, dan langsung pergi ke kamarnya.

“Iyaa Hyung, aku sudah bangun. Aku akan keluar.” Kyuhyun keluar dari kamarnya. Pakaiannya sangat rapih.

“Kyu, ada apa dengan pakaianmu?” Sungmin tertawa.

“Hyuuuung, jangan tertawakan aku.”Muka Kyuhyun memerah,

“Sudah, sudah. Ayo kita berangkat.” Eeteuk melerai mereka. Mereka berdelapan berjalan ke Bis. 5 orang lainnya seperti, Donghae, Heechul, Kibum, Kangin, dan Hangeng sudah berada di Bus.

"Eeeteuk hyung, apa Fullhouse kali ini tidak terlalu penuh yah?" Kyuhyun menengok ketempat duduk belakang tempat hyungnya itu duduk.

"Tidak Kyu. Kali ini gadis itu hanya sendiri. Tidak seperti kemarin, ada Anya dan Eva." Eeteuk menjawab sekenanya, dia sibuk dengan ponsel di tangannya. Kyuhyun kembali menatap kedepan. Kamera sudah siap mereka aktifitas mereka. Kyuhyunpun sudah siap dengan senyum dan kata-kata palsunya.


Beda dengan fullhouse sebelumnya, kali ini mereka menjemput gadis itu di tempat kuliahnya, Cheonha University. Tempat kuliah mereka ramai mengetahui kedatangan Super Star seperti mereka.Di tengah keramaian, Kyuhyun mendadak ingin ke toilet. dia segera meninggalkan tempat ramai tersebut.

*KYUHYUN POV*
Terlalu ramai. Dimana perempuan itu? Kami menunggu terlalu lama. Apa dia tidak tahu akan acara ini?
'drrrrt drrrrt' handphoneku bergetar. Kulihat display handphoneku, Yesung-hyung meneleponku.
"Yoboseo? ada apa hyung?" Ku angkat telephone dari Yesung-hyung,

"Kyuhyun-ah, kami ada di Bus, langsung naik saja di bus. Gadis itu masih ada kelas sampai jam 2siang."

"Apa?" Kulihat jam ditanganku yang menunjukan pukul 12 siang.

"Sudahlah cepat kau kesini. Kita akan makan siang sambil menunggu gadis itu," Yesung Hyung terdengar kelaparan. Perutku ikut berbunyi. Aku langsung meninggalkan toilet sambil berlari, masih sambil ditelpon Yesung-hyung.

"Aku sedang berlari kesana Hyung." Aku mencoba berbelok. Tiba-tiba seorang gadis juga berbelok, aku tak sengaja menabraknya. Aku langsung berdiri membantu dia berdiri juga. Gadis berambut panjang ini terlihat agak pucat. "Kau tidak apa-apa?" Aku memegang bahunya, seketika dia menolaknya.
"Tidak apa-apa." Dia menunduk mencoba mengambil semua barang miliknya yang jatuh. Aku mencoba membantunya, dan memberikan semua buku itu padanya. Nama dibukunya terlihat lumrah dimataku.
"Gamsahamnida" perempuan itu menerima buku-buku yang sudah aku ambil, dia langsung berjalan ke arah yang berlawanan denganku.
Handphoneku yang jatuh sudah kumasukan kedalam kantong baju. Yesung-hyung sudah mematikan telephonenya. Aku langsung berlari menuju BUS lagi. Para Hyung pasti menungguku.

*END OF KYUHYUN POV*

Super Junior menuju ke tempat Ramen kesukaan mereka. Tidak jauh dari Cheonha. Kyuhyun terdiam dalam lamunannya. "Kyuhyun-ah ada apa tadi?" Yesung duduk disebelah kyu. "Tak apa Hyung, aku hanya menabrak seorang gadis tadi." Kyuhyun mulai tersadar dan mencoba merogoh gameboy di dalam tasnya. "Seperti apa perempuan itu?" Yesung terlihat penasaran. "Rambutnya panjang, memakai kacamata, tingginya setinggi wookie-hyung, tidak seperti orang korea." Kyuhyun mencoba mengingat sosok perempuan itu. "Apa mungkin dia itu Park Min Rin?" Sungmin yang duduk di depan Kyuhyun pun mulai angkat bicara. "Entahlah Hyung, dia begitu pendiam. Tidak terlihat senang. Seharusnyakan dia senang ikut full house bersama kita." Kyuhyun menjawab pertanyaan Sungmin dengan cepat, agar dia bisa meneruskan permainannya.

Mata Kyu terus ke Gameboy tersebut. Namun Otak Kyu terus mengingat perempuan tersebut. Dia sempat melihat nama permpuan itu. Namanya sama dengan yang diucapkan Sungmin tadi. Dia tak percaya, gadis itu yang akan bersama mereka satu bulan penuh. Kyuhyun berhenti bermain game dan mengambil dompetnya, melihat foto sesosok anak kecil yang sedang bermain ayunan di sebuah taman. Kyuhyun mencengkram erat dompetnya.

*Bersambung*